BABINSA KORAMIL 18/PAGENTAN BERSAMA FORKOPIMCAM MENGAHADIRI KEGIATAN PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN DESA TANGGUH BENCANA
BABINSA KORAMIL 18/PAGENTAN BERSAMA FORKOPIMCAM MENGAHADIRI KEGIATAN PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN DESA TANGGUH BENCANA
Banjarnegara - Pembentukan Desa Tangguh Bencana “DESTANA” yang di buka oleh Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Banjarnegara bapak Waluyo Agus Hartono, ST. di aula balai desa Aribaya Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara, yang diikuti 30 peserta latihan. Selasa (11/07/2023).
Camat Pagentan diwakili oleh Kasi Transtib bapak Hendro dalam sambutanya menyampaikan selamat datang kepada Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Banjarnegara dan tamu undangan serta para peserta pelatihan Desa Tangguh Bencana Desa Aribaya.
Dalam kesempatan yang baik ini para peserta pelatihan diharapkan untuk lebih peduli lagi dengan alam sekitar kita, kita tau para peserta Pelatihan dan Pembentukan Destana sudah tidak diragukan lagi baik dari jam terbang dilapangan dalam penanganan dalam hal kebencanaan. Maka dari itu dengan diadakannya pelatihan dan di bentuknya Destana ini para peserta bisa menyerap/mendapatkan ilmu yang sebayak-banyaknya yang akan disampaikan oleh Tim dari BPBD Kabupaten Banjarnegara khususnya dalam bidang kebencanaan.
Menurut perbincangan dengan Kades Aribaya bapak Kariawan Teguh Hudiono, SH. bahwasannya Desa Aribaya daerah yang termasuk rawan bencana dari 4 Dusun 3 diantaranya sangat rawan bencana yaitu Dusun Kemiri, Pringamba dan Bawang. Untuk itu dengan diadakannya pelatihan ini sangatlah bermanfaat untuk kita semua tolong nanti dalam pelaksanaan pelatihan ini yang direncanakan 3 tiga hari kedepan betul betul dimanfaatkan untuk menimba ilmu dan jadikanlah bekal awal untuk para peserta supaya dalam menghadapi setiap bencana yang timbul khususnya di desa Aribaya ini bukan sebagai penonton namun bisa mengambil tindakan-tindakan awal dari pasca, sampai dengan cara menanganinya dan yang lebih penting lagi pencegahanya”, tegasnya.
Kepala Seksi Pencegaha BPBD Kabupaten Banjarnegara bapak Waluyo Agus Hartono, ST. yang sekaligus membuka acara pelatihan dan Pembentukan DESTANA menyampaikan Pelatihan dan Pembentukan ini merupakan program Nasional dan program Kabupaten Banjarnegara khususnya karena untuk Kabupaten Banjarnegara dari 266 Kecamatan 199 Kecamatan merupakan daerah rawan bencana salah satu di antaranya Kecamatan Pagentan ini. Menurut (UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Yang isinya yaitu Kegiatan Penanggulangan Bencana pada dasarnya adalah serangkaian kegiatan baik sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, menghindari dan memulihkan diri dari dampak bencana. Untuk itu para peserta sekalian diharapkan bisa memahami karakter wilayah kita masing-masing dan diharapkan bijak dalam mengelola alam tidak hanya menggali dan mengambil hasil dari alam kita ini tetapi harus bisa menjaga dan merawat alam ini agar bisa meminimalisir kejadian bencana. Untuk itu dari tim BPBD akan memberikan materi/wawasan maupun praktek dilapangan dalam pelatihan 3 hari kedepan agar disimak dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.”pungkasnya.
Danramil 18/Pagentan Lettu Inf Sutarman melalui Serda M.Ali Mutohirin menyampaikan bencana tentu merupakan tanggung jawab kita bersama termasuk dari berbagai kalangan, maka dari itu sudah sepatutnya kita semua bisa menjaga alam kita untuk tidak merusak alam. Berharap para peserta pelatihan ini menjadi panggilan jiwa dalam setiap melaksanakan kegiatan khususnya dalam hal kebencanaan. Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini jangan disia-siakan ilmu yang akan diberikan dari pemateri, ambil dan serap ilmu sebanyak-banyaknya agar bisa menjadi bekal dalam melaksanakan tugas kedepannya. Di waktu dan ditempat yang sama Babinsa juga menyampaikan “kita semua harus mempunyai prinsip orang yang selamat dari bencana adalah orang mempunyai kesiapsiagaan diri dalam menghadapi bencana.”imbuhnya
What's Your Reaction?